Dengan menggunakan AI, peneliti MIT mengidentifikasi kelas baru kandidat antibiotik

Create an illustration in a 3:2 aspect ratio, drawn in an upbeat and light style, reminiscent of early twentieth-century caricature drawings, primarily using watercolor. The central figure is a personified friendly robot assistant character, embodying artificial intelligence. The robot is studying a big digital screen displaying various structures and names of chemical compounds. Around the robot are hovering 3D images of Staphylococcus aureus bacteria, some of them disintegrating, hinting at successful elimination. Also, subtly hint at the human cells unaffected by the compounds. The scenario unfolds in a modern lab setting, hinting at the critical research work taking place. Make sure the illustration is apt for the article titled, 'Using AI, MIT researchers identify a new class of antibiotic candidates'.

Para peneliti di MIT telah menggunakan deep learning, sebuah bentuk kecerdasan buatan, untuk mengidentifikasi kelas senyawa baru yang dapat membunuh bakteri yang kebal terhadap obat. Senyawa-senyawa tersebut terbukti efektif melawan Staphylococcus aureus yang resisten terhadap methicillin (MRSA), bakteri yang bertanggung jawab atas ribuan kematian di Amerika Serikat setiap tahunnya. Senyawa-senyawa tersebut juga menunjukkan toksisitas yang rendah terhadap sel manusia, menjadikannya kandidat yang menjanjikan untuk pengembangan obat. Para peneliti dapat menentukan informasi yang digunakan oleh model deep-learning untuk membuat prediksi, yang dapat membantu dalam merancang antibiotik yang lebih efektif. Penelitian ini merupakan bagian dari Proyek Antibiotik-AI di MIT, yang bertujuan untuk menemukan antibiotik baru untuk melawan bakteri yang mematikan. Infeksi MRSA dapat menyebabkan kasus sepsis yang parah, infeksi aliran darah yang berpotensi fatal. Para peneliti melatih model pembelajaran mendalam menggunakan kumpulan data yang besar dan menggunakan algoritme untuk memahami bagaimana model tersebut membuat prediksinya. Mereka menyaring jutaan senyawa dan mengidentifikasi lima kelas senyawa yang diprediksi aktif melawan MRSA. Dua senyawa dari kelas yang sama menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam model laboratorium dan tikus. Senyawa-senyawa tersebut tampaknya mengganggu kemampuan bakteri untuk mempertahankan gradien elektrokimia melintasi membran sel mereka, tanpa menyebabkan kerusakan substansial pada sel manusia. Temuan ini telah dibagikan kepada organisasi nirlaba untuk analisis lebih lanjut dan potensi penggunaan klinis. Para peneliti juga menggunakan model tersebut untuk mencari senyawa yang dapat membunuh jenis bakteri lainnya. Penelitian ini didanai oleh berbagai organisasi dan yayasan.

Artikel lengkap

Tinggalkan Balasan