Mastercard telah mengembangkan model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yang disebut Decision Intelligence Pro, untuk membantu bank mendeteksi dan mencegah transaksi yang mencurigakan. Model AI yang dibangun dari nol oleh tim keamanan siber dan anti-penipuan Mastercard ini menggunakan model transformator dan data dari ekosistem perusahaan untuk menilai transaksi yang mencurigakan secara real-time. Algoritme ini dilatih berdasarkan data dari 125 miliar transaksi yang melalui jaringan Mastercard setiap tahunnya. Alih-alih mengandalkan input tekstual, algoritme ini menggunakan riwayat kunjungan merchant pemegang kartu untuk menentukan keabsahan suatu transaksi. Algoritme ini menghasilkan jalur melalui jaringan Mastercard untuk menemukan jawabannya dalam bentuk skor, dengan skor yang lebih tinggi mengindikasikan perilaku yang diharapkan dan skor yang lebih rendah mengindikasikan potensi penipuan. Mastercard mengklaim bahwa teknologi ini dapat meningkatkan tingkat deteksi penipuan rata-rata sebesar 20%, dengan beberapa kasus mengalami peningkatan hingga 300%. Perusahaan ini telah menginvestasikan lebih dari $7 miliar untuk keamanan siber dan teknologi AI dalam lima tahun terakhir. Algoritme Mastercard memiliki potensi untuk mengidentifikasi pola-pola penipuan dan memprediksi jenis penipuan di masa depan dalam ekosistem pembayaran.
