Perplexity, sebuah mesin pencari bertenaga AI, mulai menarik perhatian sebagai penantang potensial bagi Google. Didirikan oleh mantan peneliti dari OpenAI dan Meta, Perplexity telah mengumpulkan dana sebesar $74 juta dan bernilai $520 juta. Mesin pencari ini menggunakan A.I. untuk menghasilkan rangkuman hasil pencarian alih-alih menyediakan daftar tautan. Ia juga menawarkan fitur-fitur seperti Copilot, yang membantu pengguna mempersempit pertanyaan mereka, dan kemampuan untuk mencari di dalam sumber-sumber tertentu. Perplexity berjalan pada model GPT-3.5 OpenAI dan model AI-nya sendiri. Meskipun Perplexity berguna untuk pencarian yang kompleks atau terbuka, Google masih memiliki keunggulan seperti data lokasi dan basis pengguna yang lebih besar. Mesin pencari berbasis A.I. seperti Perplexity menimbulkan kekhawatiran tentang masa depan media digital dan potensi hilangnya lalu lintas bagi penerbit. Namun, CEO Perplexity percaya bahwa mereka dapat menawarkan trafik yang lebih berkualitas dan lebih bertarget kepada penerbit.
