Perusahaan makanan besar seperti Unilever, PepsiCo, Mars, dan Bayer semakin banyak menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produk dan proses mereka. Unilever telah menggunakan AI untuk mengembangkan kaldu kubus tanpa garam dan mayones vegan, mengurangi limbah makanan dan meningkatkan rasa. PepsiCo telah menggunakan AI untuk inovasi, perencanaan, dan formulasi makanan, sambil menekankan pentingnya wawasan manusia dalam pengembangan rasa. Mars telah menggunakan AI untuk mencari sumber, manufaktur, dan analisis data, serta berencana untuk membuka laboratorium AI untuk mendorong keterlibatan karyawan dalam proyek-proyek AI. ADM, sebuah perusahaan pengolahan makanan, menggunakan AI untuk meningkatkan proses pengembangan rasa dan berharap dapat meningkatkan kreativitas melalui pembelajaran mesin. Bayer telah menggunakan AI untuk meningkatkan pemuliaan tanaman, meningkatkan hasil panen jagung, dan membantu memberi makan populasi global yang terus bertambah. Dengan populasi dunia yang diproyeksikan mencapai 9,7 miliar pada tahun 2050, AI dipandang sebagai alat yang penting untuk efisiensi dan pertumbuhan dalam industri makanan.
