Apple melawan tren PHK dengan mempekerjakan staf AI di Inggris

CEO Apple, Tim Cook, telah mengumumkan bahwa perusahaan berencana untuk mempekerjakan lebih banyak staf di Inggris, khususnya di bidang kecerdasan buatan (AI). Hal ini berbeda dengan tren pemutusan hubungan kerja (PHK) di bidang teknologi yang terjadi di perusahaan lain, seperti Epic Games. Cook mengkritik PHK ini, dan menyebutnya sebagai “pilihan terakhir”. Keputusan Apple untuk berinvestasi di bidang AI di Inggris dianggap sebagai mosi tidak percaya terhadap sektor teknologi di negara tersebut. Perusahaan besar lainnya seperti Amazon, Meta, Google, dan Microsoft juga telah melakukan investasi yang signifikan di bidang AI. Sifat transformatif dari AI diperkirakan akan meningkatkan jumlah staf dalam bisnis AI di tahun-tahun mendatang. Namun, keterampilan jangka panjang yang dibutuhkan untuk ekonomi yang didukung oleh AI lebih sulit untuk diprediksi, sehingga menekankan pentingnya pelatihan keterampilan digital dan pembelajaran seumur hidup. Para ahli percaya bahwa ekonomi global berada di awal revolusi yang digerakkan oleh AI, dan Inggris memiliki potensi untuk menjadi negara adidaya AI. Fitur AI Apple, seperti deteksi jatuh dan pengetikan prediktif, sudah terintegrasi ke dalam produk mereka. AI generatif, yang menciptakan media berdasarkan perintah teks, adalah target investasi meskipun ada masalah hak cipta. Tuntutan hukum telah diajukan oleh penulis George RR Martin dan John Grisham terhadap OpenAI karena diduga menggunakan buku-buku mereka untuk melatih sistem tersebut.

Artikel lengkap

Tinggalkan Balasan