Demis Hassabis, CEO dan salah satu pendiri laboratorium AI milik Google, DeepMind, percaya bahwa kecerdasan umum buatan (artificial general intelligence/AI) yang menyamai kemampuan kognitif manusia dapat hadir dalam beberapa tahun ke depan. Berbicara pada konferensi Wall Street Journal, Hassabis mengakui kemajuan luar biasa yang dibuat dalam penelitian AI dalam beberapa tahun terakhir dan memperkirakan bahwa sistem umum yang sangat mumpuni akan dikembangkan dalam waktu dekat. Google, yang membeli DeepMind senilai $500 juta pada tahun 2014, menggandakan penggunaan AI untuk memperkuat bisnisnya dan menangkis tantangan terhadap unit pencarian intinya dari pengembang ChatGPT yang didukung oleh Microsoft, OpenAI. Hassabis memainkan peran sentral dalam misi Google untuk memajukan kemampuan AI-nya, setelah diumumkan bulan lalu sebagai pemimpin unit yang baru dibentuk di Google yang menyatukan DeepMind dengan Google Brain, sebuah divisi penelitian AI yang terpisah. Sejak didirikan pada tahun 2010, DeepMind telah membangun mesin yang mampu belajar, berpikir, dan bertindak seperti yang dilakukan manusia. Namun, para peneliti di seluruh bidang telah menjadi semakin terpecah dalam hal manfaat mengejar AGI, mengingat masalah seputar ketidakakuratan dan penyalahgunaan yang ditimbulkan oleh model bahasa besar yang mendasari alat yang ada seperti ChatGPT dan teknologi saingan Google, Bard. Hassabis menyarankan bahwa pengembangan teknologi AGI perlu dilakukan dengan cara yang hati-hati dengan menggunakan metode ilmiah, yang melibatkan eksperimen dan pengujian yang ketat.
