Perusahaan teknologi seperti OpenAI, Google, dan Microsoft sedang menjajaki potensi memasukkan iklan ke dalam layanan chatbot AI mereka untuk menghasilkan pendapatan. Saat ini, layanan chatbot ini terutama mengandalkan model berlangganan untuk monetisasi, dengan ChatGPT Plus dan Google One AI Premium Plan dari OpenAI dengan biaya sekitar $ 20 per bulan. Namun, karena kesediaan pengguna yang terbatas untuk membayar biaya tersebut, iklan dipertimbangkan sebagai sumber pendapatan alternatif. Adzedek, sebuah startup, telah mendemonstrasikan konsep ini dengan mengizinkan merek untuk menjalankan iklan bersponsor dalam respons chatbot khusus yang tersedia di toko OpenAI dan pada aplikasi berbasis perangkat lunak OpenAI. Model bayar per klik yang digunakan oleh Adzedek memungkinkan pembuat chatbot untuk mempertahankan 75% dari pendapatan iklan. Microsoft telah mengintegrasikan iklan ke dalam asisten bertenaga AI, Copilot, sementara Google Gemini dan OpenAI juga menjajaki integrasi iklan. CEO Alphabet menyebutkan potensi untuk menampilkan iklan yang relevan di samping hasil pencarian melalui alat pencarian web bertenaga AI. Meskipun OpenAI saat ini tidak memonetisasi iklan di chatbot-nya, para ahli percaya bahwa mereka dapat dengan mudah melakukannya di masa depan. Pergeseran ke arah monetisasi iklan ini mencerminkan tren yang lebih luas dalam industri chatbot AI karena perusahaan mencari cara baru untuk memanfaatkan teknologi mereka.
