Insilico Medicine, sebuah perusahaan rintisan bioteknologi, telah mengembangkan obat pertama yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI, INS018_055, yang telah memasuki uji klinis untuk pengobatan fibrosis paru idiopatik (IPF). IPF adalah penyakit paru-paru kronis yang dapat berakibat fatal jika tidak diobati. Obat ini dibuat dengan menggunakan kecerdasan buatan untuk menemukan target baru dan merancang molekul baru. Insilico Medicine telah memilih untuk fokus pada IPF karena implikasinya pada penuaan. Perusahaan ini juga memiliki dua obat lain yang dihasilkan AI dalam tahap klinis, satu untuk Covid-19 dan satu lagi untuk tumor padat. Uji klinis saat ini untuk obat IPF sedang berlangsung di Cina dan nantinya akan diperluas ke AS. Jika berhasil, obat tersebut akan dilanjutkan ke penelitian yang lebih besar. Hasil dari uji coba fase dua saat ini diharapkan tahun depan, dan obat ini berpotensi untuk dipasarkan dalam beberapa tahun ke depan.
