OpenAI menyatakan perlombaan AI “berakhir” jika pelatihan tentang karya berhak cipta tidak digunakan secara adil

Create an image in 3:2 aspect ratio. The imagery displays in a positive, cheery and bright style, akin to modern 3D animations. The concept revolves around the theme of AI and information access. Imagine symbols that are typically associated with AI, such as neural networks, robotic figures, or digital interfaces, holding an arrangement of books, scrolls and tablets signifying copyrighted works. The AI entities appear to be learning from these sources, but not replicating them, demonstrating the concept of 'fair use'. Incorporate the image of a globe, signifying the international scope of AI development, and a balanced scale, representing fair and unbiased regulations.

OpenAI telah menyatakan bahwa perlombaan AI dapat dianggap “berakhir & #8221; jika pelatihan tentang karya berhak cipta tidak dianggap sebagai penggunaan yang adil. Perusahaan ini mendesak pemerintahan Trump untuk mengklarifikasi undang-undang hak cipta yang mendukung pelatihan AI untuk memastikan perusahaan-perusahaan Amerika dapat mengakses data yang diperlukan, yang menurut mereka sangat penting untuk mempertahankan keunggulan kompetitif melawan China. Saat ini, pengadilan sedang mempertimbangkan apakah pelatihan AI memenuhi syarat sebagai penggunaan yang wajar, dengan beberapa keputusan penting yang mendukung pemegang hak. OpenAI berpendapat bahwa model AI mereka tidak meniru karya asli melainkan belajar darinya, menciptakan hasil baru yang tidak merusak nilai komersial karya asli. Perusahaan ini telah menyatakan keprihatinannya atas tambal sulam undang-undang negara bagian yang dapat menghambat inovasi dan keamanan nasional, dan mengadvokasi undang-undang federal yang akan merampingkan peraturan. Mereka juga menyerukan perlindungan terhadap hukum internasional yang dapat menghambat pengembangan AI di A.S. OpenAI menekankan bahwa tanpa akses yang adil terhadap data, perusahaan-perusahaan AI Amerika berisiko tertinggal dari rekan-rekan mereka di Tiongkok, yang dapat memanipulasi model AI tanpa memperhatikan keselamatan pengguna. Organisasi ini mendorong pendekatan proaktif untuk mengamankan akses data dan melindungi hak kekayaan intelektual sambil mendorong inovasi.

Artikel lengkap

Tinggalkan Balasan