Vatikan telah bermitra dengan Pusat Etika Terapan Markkula dari Universitas Santa Clara untuk menerbitkan sebuah buku panduan tentang etika kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Buku panduan yang berjudul “Etika di Era Teknologi Disruptif: Sebuah Peta Jalan Operasional, ” bertujuan untuk memandu industri teknologi dalam menavigasi tantangan etika dalam AI, pembelajaran mesin, enkripsi, pelacakan, dan banyak lagi. Vatikan percaya bahwa mereka memiliki kemampuan unik untuk mengumpulkan para pemain kunci dalam industri teknologi dan mengatasi masalah ini. Daripada menunggu peraturan pemerintah, buku panduan ini memberikan panduan bagi individu dalam perusahaan teknologi yang sudah bergulat dengan pertanyaan-pertanyaan etika. Buku ini menekankan pentingnya memasukkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip ke dalam teknologi dan praktik-praktik perusahaan sejak awal. Buku panduan ini menguraikan prinsip menyeluruh dari “Tindakan kita adalah untuk kebaikan bersama umat manusia dan lingkungan” ke dalam tujuh pedoman dan 46 langkah spesifik yang dapat ditindaklanjuti. Buku ini berfokus pada prinsip-prinsip seperti penghormatan terhadap martabat dan hak asasi manusia, transparansi, dan privasi. Vatikan mengakui potensi ancaman eksistensial dari AI, tetapi juga menekankan perlunya mengatasi tantangan etika yang ditimbulkan oleh teknologi AI yang ada. Buku pedoman ini bertujuan untuk mempercepat standar etika dalam desain dan implementasi konsumen, sehingga memungkinkan perusahaan untuk memenuhi standar ini lebih awal.
