CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengumumkan bahwa perusahaan ini mengalihkan fokusnya ke arah pengembangan artificial general intelligence (AGI) dan berencana untuk merilisnya sebagai perangkat lunak sumber terbuka. Zuckerberg percaya bahwa layanan generasi berikutnya membutuhkan kemajuan dalam berbagai bidang AI, termasuk penalaran, perencanaan, pengkodean, memori, dan kemampuan kognitif. Untuk mendukung upaya ini, Meta berencana untuk memiliki daya komputasi yang sangat besar di fasilitas cloud-nya pada akhir tahun 2024, dengan 350.000 Nvidia H100 atau yang setara. Hanya Microsoft yang telah melakukan pemesanan serupa, menyebabkan waktu pengiriman H100 menjadi lebih lama. Setiap Nvidia H100 mengandung 80 miliar transistor dan secara signifikan lebih cepat dari model sebelumnya. Kapasitas komputasi infrastruktur AI Meta akan menjadi 130 kali lebih besar dari superkomputer. Dengan kekuatan yang luar biasa ini, Meta akan terus melatih Llama 3, model teks AI generatif yang dapat menyaingi GPT-4 dari OpenAI. Zuckerberg percaya bahwa AI dan metaverse sangat erat kaitannya, dan dia membayangkan kacamata pintar sebagai cara utama orang berinteraksi dengan AI dan metaverse. Dia juga menyebutkan keberhasilan peluncuran kacamata Ray-Ban Meta yang sukses.
