Pentagon terus mendorong inisiatif AI-nya, yang bertujuan untuk mengerahkan ribuan kendaraan otonom berkemampuan AI pada tahun 2026 untuk mengimbangi China. Inisiatif yang disebut Replicator ini akan mempercepat keputusan untuk menerapkan teknologi AI, termasuk sistem persenjataan. Dipercaya secara luas bahwa AS akan memiliki senjata mematikan yang sepenuhnya otonom dalam beberapa tahun ke depan, dengan manusia mengambil peran sebagai pengawas. Pentagon saat ini memiliki lebih dari 800 proyek terkait AI, namun sedang berjuang untuk mengadopsi perkembangan AI terbaru. AI digunakan dalam berbagai aplikasi militer, seperti melacak potensi ancaman di luar angkasa, memprediksi kebutuhan perawatan pesawat, dan meningkatkan kebugaran prajurit. AS juga menggunakan AI untuk membantu Ukraina dalam perangnya melawan Rusia. Namun, ada tantangan dalam mengembangkan jaringan pertempuran yang saling terkait dan merekrut talenta AI. Pentagon berhati-hati dalam mengerahkan senjata otonom yang mungkin tidak berfungsi sebagaimana mestinya atau membahayakan non-kombatan dan menekankan perlunya agen yang bertanggung jawab untuk mengawasi sistem AI.
