OpenAI mencabut larangan alat militer untuk bermitra dengan Pentagon

OpenAI, perusahaan kecerdasan buatan, telah mengumumkan bahwa mereka sekarang berkolaborasi dengan Pentagon dalam proyek perangkat lunak yang terkait dengan keamanan siber, menandai perubahan signifikan dari larangan sebelumnya untuk menyediakan teknologi AI kepada militer. Perusahaan ini juga sedang dalam pembicaraan dengan pemerintah AS untuk mengembangkan alat yang bertujuan untuk mengurangi angka bunuh diri para veteran. Namun, OpenAI mempertahankan larangannya untuk mengembangkan senjata. Perubahan kebijakan ini telah menimbulkan kekhawatiran di antara para pendukung keamanan AI. Silicon Valley telah menjadi lebih terbuka untuk bekerja sama dengan militer dalam beberapa tahun terakhir, dengan Google, khususnya, menghasilkan jutaan dolar dari kontrak pertahanan. Para ahli pertahanan percaya bahwa AI akan memiliki dampak besar pada militer, membandingkannya dengan munculnya senjata nuklir. Namun, kelompok advokasi memperingatkan tentang risiko mengintegrasikan AI ke dalam peperangan, mengutip potensi informasi palsu dan laju pengembangan teknologi militer yang semakin cepat. Kebijakan baru OpenAI memungkinkan perusahaan ini untuk menyediakan perangkat lunak AI kepada Departemen Pertahanan untuk tujuan analisis data dan pengkodean. Perang di Ukraina telah menunjukkan batas yang kabur antara analisis data dan perang. Perubahan kebijakan ini juga dapat menghidupkan kembali perdebatan tentang keamanan AI di dalam OpenAI.

Artikel lengkap

Tinggalkan Balasan