Raksasa teknologi seperti Mark Zuckerberg dan Sergey Brin secara pribadi merekrut talenta AI seiring dengan memanasnya persaingan untuk mendapatkan peneliti tingkat atas. Zuckerberg telah menghubungi para peneliti AI di DeepMind, sementara Brin secara pribadi menelepon seorang karyawan yang akan pergi ke OpenAI dan menawarkan insentif untuk tetap tinggal. Meta memperluas tawaran pekerjaan tanpa wawancara dan melonggarkan kebijakan gaji untuk mempertahankan talenta. Penjangkauan pribadi Zuckerberg telah menarik seorang insinyur senior dari DeepMind untuk bergabung dengan Meta. Namun, paket gaji Meta untuk peneliti AI dilaporkan lebih rendah daripada yang ditawarkan oleh pesaing seperti OpenAI. Meskipun terjadi pemutusan hubungan kerja di divisi non-AI, perusahaan teknologi secara agresif mengejar insinyur AI, bahkan menawarkan paket gaji tahunan sebesar tujuh digit untuk seluruh tim teknik. Sebagai contoh, seorang presiden perusahaan perekrutan chip meyakinkan seorang manajer teknik AI untuk meninggalkan Microsoft dan bekerja di perusahaan rintisan dengan gaji dasar yang lebih rendah namun menjanjikan opsi saham yang berpotensi bernilai 40 juta dolar. Perang talenta yang intens ini mencerminkan tingginya permintaan akan keahlian AI dalam mengembangkan bot obrolan dan model bahasa.
