Google akan membeli tenaga nuklir untuk pusat data AI dalam kesepakatan ‘pertama di dunia’

Visualize a vibrant and cheery scene in a style that features simplified forms, smooth surfaces, and bright colours, reminiscent of a famed animation studio's general methodologies. Key elements to incorporate include a vast complex of AI data centres, represented as futuristic buildings brimming with lights and activity. Adjacent to the structure are small modular nuclear reactors symbolized as compact and highly designed cylindrical structures emitting a soft glow, with the logo of a fictitious company analogous to a dominant internet giant proudly displayed on them. Show a procession of energetic electrons flowing from the reactors to the data centres, expressing the supply of power. Make the atmosphere optimistic and progressive to reflect the forward-thinking nature of the deal.

Google telah membuat kesepakatan terobosan untuk membeli energi dari reaktor nuklir modular kecil (SMR) untuk memberi daya pada pusat data AI-nya, yang menandai yang pertama dalam industri ini. Perusahaan ini telah memesan enam atau tujuh SMR dari Kairos Power, dengan reaktor awal yang diharapkan akan beroperasi pada tahun 2030. Inisiatif ini bertujuan untuk menyediakan sumber energi rendah karbon untuk memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat yang didorong oleh pertumbuhan kecerdasan buatan dan penyimpanan awan. Google berencana untuk membeli 500 megawatt listrik, menyoroti kebutuhan akan sumber listrik baru untuk mendukung kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi.

Kesepakatan ini menggarisbawahi kepercayaan terhadap teknologi SMR, yang dirancang untuk mengurangi pembengkakan biaya dan penundaan yang terkait dengan pembangkit listrik tenaga nuklir yang lebih besar. Namun, para kritikus memperingatkan bahwa SMR mungkin mahal karena ketidakmampuan mereka untuk mencapai skala ekonomi yang sama. Di Inggris, berbagai perusahaan berlomba-lomba mengembangkan teknologi SMR sebagai bagian dari upaya merevitalisasi sektor nuklir. Para pendukung berpendapat bahwa SMR dapat melengkapi reaktor yang lebih besar dan menawarkan pendekatan yang fleksibel terhadap energi nuklir, sementara para penentangnya menganjurkan fokus yang lebih besar pada sumber energi terbarukan. Perjanjian ini masih menunggu persetujuan dari regulator dan mencerminkan pergeseran yang signifikan dalam cara perusahaan-perusahaan teknologi memenuhi kebutuhan energi mereka.

Artikel lengkap

Tinggalkan Balasan