Selama percakapan di Davos, CEO Microsoft Satya Nadella mengungkapkan kekagumannya pada Rabbit R1, perangkat bertenaga AI. Dia membandingkan debutnya dengan peluncuran iPhone dan memuji presentasinya yang mengesankan. Nadella percaya bahwa sistem operasi yang berpusat pada agen, seperti Rabbit, akan menjadi kategori penentu komputasi generasi berikutnya. Rabbit R1 menggunakan Large Action Model untuk memahami situs web dan melakukan tugas untuk pengguna. Meskipun hanya ada sedikit detail dan pertanyaan yang belum terjawab, perangkat ini terjual habis dalam hitungan jam. Nadella juga membahas peran transformatif AI dalam ilmu pengetahuan, terutama di bidang-bidang seperti kimia dan biologi. Dia menyatakan bahwa Microsoft tidak terlalu terpengaruh oleh perang AI AS-Cina, tetapi memperingatkan tentang potensi sanksi pada ekspor dan impor terkait AI. Nadella menyoroti kemitraan simbiosis antara Microsoft dan OpenAI, membandingkannya dengan kolaborasi bersejarah. Ia menekankan bahwa investasi Microsoft di OpenAI sangat penting untuk pengembangan industri AI.
