Ukraina telah memperkenalkan juru bicara AI bernama Victoria Shi, yang meniru penyanyi Ukraina Rosalie Nombre, untuk memberikan informasi terbaru mengenai upaya perang negara tersebut melawan Rusia. Keputusan untuk memperkenalkan juru bicara AI MFA didorong oleh kebutuhan untuk mempercepat proses dan tetap menjadi yang terdepan selama masa perang. Peran Victoria Shi adalah melaporkan informasi yang telah diverifikasi dari departemen konsuler Kemlu kepada publik, dengan fokus untuk melindungi hak dan kepentingan warga negara Ukraina di luar negeri. Ukraina juga memanfaatkan AI di bidang-bidang lain yang berhubungan dengan perang seperti menemukan ranjau darat, mengidentifikasi kejahatan perang, dan membantu warga yang mengungsi. Kementerian Luar Negeri Ukraina telah menerapkan langkah-langkah untuk melindungi Victoria Shi dari peretasan dan pemalsuan digital, termasuk penggunaan kode QR dalam video. Langkah ini bertujuan untuk menghemat waktu dan sumber daya bagi para pemimpin Ukraina, sehingga mereka dapat fokus pada tugas-tugas penting lainnya. Pengenalan Victoria Shi mencerminkan komitmen Ukraina terhadap inovasi teknologi dalam diplomasi, yang menandai lompatan signifikan bagi layanan diplomatik di seluruh dunia. Perkembangan ini terjadi setelah invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, dengan Ukraina melawan klaim palsu yang dibuat oleh Presiden Vladimir Putin. Selain itu, negara-negara lain seperti Cina, India, Yunani, Kuwait, dan Taiwan juga telah memperkenalkan pembawa berita AI yang mirip dengan manusia untuk meningkatkan operasi ruang redaksi, dengan tujuan agar jurnalis manusia dapat fokus pada pekerjaan yang lebih kreatif.
