Para peneliti di The Ohio State University telah mengembangkan model kecerdasan buatan yang disebut CURE, yang menggunakan kumpulan data informasi pasien yang besar untuk memprediksi pilihan pengobatan yang paling efektif untuk mencegah stroke pada individu dengan penyakit jantung. Dengan melakukan pra-pelatihan model pada data umum yang luas dan kemudian menyempurnakannya dengan kondisi kesehatan tertentu dan informasi pengobatan, AI mengungguli tujuh model yang ada dan cocok dengan rekomendasi pengobatan dari empat uji klinis acak. Efektivitas model ini ditingkatkan dengan memasukkan grafik pengetahuan dan mengisi kesenjangan dalam catatan pasien. Para peneliti percaya bahwa model AI ini dapat mempercepat identifikasi obat yang efektif untuk berbagai penyakit, yang berpotensi merampingkan proses pelaksanaan uji klinis acak. Tujuan akhirnya adalah untuk mendukung perawatan pasien yang dipersonalisasi dan berpotensi menghemat waktu dan sumber daya. Pra-pelatihan dan integrasi grafik pengetahuan yang luas dari model ini secara signifikan meningkatkan kinerjanya, dan para peneliti membayangkan masa depan di mana para dokter dapat menggunakan AI ini sebagai alat pendukung keputusan berdasarkan data rekam medis elektronik. Penelitian ini didanai oleh National Institutes of Health dan melibatkan kolaborasi dengan IBM Research dan Anytime AI.
