Laporan tersebut mengungkapkan bahwa semua pusat data AI di AS rentan terhadap spionase Tiongkok, yang menimbulkan risiko tidak hanya bagi perusahaan teknologi tetapi juga bagi keamanan nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Ditulis oleh Edouard dan Jeremie Harris dari Gladstone AI, laporan ini menyoroti bahwa pusat data saat ini rentan terhadap sabotase dan pencurian model AI yang sensitif. Laporan ini mengutip serangan di masa lalu terhadap pusat data perusahaan teknologi AS, yang menekankan potensi gangguan yang signifikan. Komponen penting untuk pusat data ini sebagian besar diproduksi di China, yang dapat mengeksploitasi keterlambatan pengiriman untuk menargetkan fasilitas AS. Meskipun ada beberapa peningkatan keamanan di laboratorium AI, kerentanan tetap ada, dengan orang dalam mencatat kecenderungan budaya yang memprioritaskan kecepatan daripada keamanan. Selain itu, laporan tersebut memperingatkan bahwa model AI yang canggih sendiri dapat menimbulkan risiko, yang berpotensi lolos dari tindakan penahanan. Laporan ini menekankan perlunya mengembangkan fasilitas yang aman untuk kemajuan AI di masa depan untuk mencegah eksploitasi oleh musuh. Para penulis menganjurkan langkah-langkah proaktif untuk meningkatkan keamanan sebelum mengejar pengembangan AI yang sangat cerdas. Secara keseluruhan, temuan tersebut menyerukan tindakan segera untuk mengatasi kerentanan ini dan melindungi kepentingan AS.
