Samsung Electronics berencana untuk mengotomatisasi pabrik semikonduktornya secara penuh pada tahun 2030 dengan menggunakan sensor pintar untuk mengontrol proses manufaktur. Perusahaan ini bertujuan untuk menciptakan pabrik dengan kecerdasan buatan yang beroperasi tanpa tenaga kerja manusia. Samsung sedang mengembangkan sensornya sendiri dan mengalihkan pengadaan dari pemasok asing ke pemasok dalam negeri untuk mendapatkan kendali atas teknologi tersebut. Teknologi ini akan diterapkan pada operasi memori flash DRAM dan NAND Samsung serta operasi manufaktur kontraknya. Tujuannya adalah untuk mengejar ketertinggalannya dari TSMC Taiwan dan tetap berada di depan Intel seiring dengan kemajuan die-shrinks. Sensor baru Samsung berukuran cukup kecil untuk muat di lini produksi yang ada, memungkinkan peningkatan fasilitas saat ini sekaligus menghemat ruang. Perusahaan ini sedang mempersiapkan untuk membangun pabrik chip baru di Texas dan berencana untuk menambah lima lini produksi baru di Korea Selatan pada tahun 2042. Samsung mengharapkan peningkatan berkelanjutan dalam kondisi pasar chip pada tahun 2024, yang akan membantu mendanai otomatisasi lini produksi yang ada dan pembangunan pabrik-pabrik baru yang didukung oleh AI. AI dipandang sebagai alat peningkat produktivitas dan pasar pertumbuhan baru bagi pembuat chip memori. Persaingan dalam lanskap pembuatan chip sedang dibentuk ulang oleh AI.
