Potensi terpilihnya kembali Donald Trump sebagai presiden AS diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap sektor teknologi, terutama di bidang-bidang seperti AI, antimonopoli, dan semikonduktor. Pemerintahannya dapat menyebabkan pemecatan Lina Khan dari Komisi Perdagangan Federal (FTC), yang dapat mengubah sikap agresif lembaga tersebut dalam penegakan antimonopoli terhadap perusahaan-perusahaan teknologi besar. Pandangan Trump tentang AI menunjukkan langkah menuju deregulasi, yang berpotensi memperburuk kekhawatiran tentang informasi yang salah dan bias dalam aplikasi AI. Selain itu, Trump mungkin akan mengadopsi pendekatan yang keras terhadap Tiongkok, mempertaruhkan perang dagang yang dapat memengaruhi industri chip dan perusahaan-perusahaan yang bergantung pada produksi Tiongkok. Sikapnya yang berubah-ubah terhadap TikTok dan Pasal 230 dapat membentuk kembali peraturan media sosial, sehingga menimbulkan kekhawatiran di antara perusahaan-perusahaan teknologi. Masa depan regulasi AI tidak pasti, terutama dengan pengaruh Elon Musk dan skeptisisme Trump terhadap pengawasan yang ada. Pemerintahan Trump juga dapat memengaruhi dinamika internasional, terutama mengenai Taiwan dan implikasinya terhadap manufaktur chip. Secara keseluruhan, kembalinya Trump dapat menyebabkan lanskap teknologi yang dideregulasi dengan konsekuensi geopolitik yang signifikan.
