Amazon berencana untuk meningkatkan belanja modalnya secara signifikan menjadi $100 miliar pada tahun 2025, naik dari sekitar $83 miliar tahun lalu, terutama untuk berinvestasi dalam kecerdasan buatan. CEO Andy Jassy mengindikasikan bahwa lonjakan pengeluaran ini sebagian besar didorong oleh permintaan untuk AI generatif, yang telah berkembang pesat sejak peluncuran ChatGPT OpenAI pada akhir tahun 2022. Pada kuartal keempat tahun sebelumnya, Amazon menghabiskan $ 26,3 miliar untuk belanja modal, menjadi preseden untuk investasi masa depannya. Perusahaan ini telah meluncurkan berbagai produk AI, termasuk model Nova dan chip Trainium, serta mengembangkan pasar untuk model AI pihak ketiga yang disebut Bedrock.
Raksasa teknologi lainnya juga melakukan investasi besar dalam AI, dengan Alphabet merencanakan $75 miliar, Microsoft $80 miliar, dan Meta hingga $65 miliar untuk belanja modal pada tahun 2025. Terlepas dari rencana belanja Amazon yang ambisius, perusahaan ini melaporkan hasil yang beragam untuk kuartal keempat, yang menyebabkan penurunan harga saham. Jassy meyakinkan para investor bahwa investasi dalam AI merupakan peluang bisnis sekali seumur hidup yang akan menguntungkan para pemangku kepentingan dalam jangka panjang. Selain itu, Amazon bertujuan untuk meningkatkan kecepatan pengiriman dan efektivitas biaya melalui belanja modalnya. Industri teknologi yang lebih luas menghadapi pengawasan atas pengeluaran AI setelah keberhasilan startup China DeepSeek, yang mengembangkan model AI yang kompetitif dengan biaya yang lebih murah.
