BT Group, sebuah perusahaan telekomunikasi asal Inggris, berencana untuk memangkas antara 40.000 hingga 55.000 pekerjaan pada tahun 2030, dengan setidaknya 10.000 dari pekerjaan tersebut akan digantikan oleh kecerdasan buatan. CEO perusahaan, Philip Jansen, menyatakan bahwa perusahaan akan menjadi penerima manfaat dari AI dengan jelas. Chatbot perusahaan, bernama Amy, sudah dapat menangani sebagian besar pertanyaan pelanggan, dan eksperimen perusahaan dengan AI generatif, seperti ChatGPT dari OpenAI, dapat menghasilkan produk dan layanan baru. Perusahaan berharap AI dan jaringan yang lebih baik dapat mengurangi kebutuhannya akan ribuan karyawan layanan pelanggan penuh waktu dan kontraktor pihak ketiga. Jansen memperkirakan sekitar 10.000 pekerjaan yang akan dihilangkan oleh BT dapat digantikan oleh proses digitalisasi dan otomatisasi, seperti penggantian AI. Sebuah studi yang melibatkan lebih dari 5.000 perwakilan layanan pelanggan di sebuah perusahaan Fortune 500 yang tidak disebutkan namanya menemukan bahwa program chatting AI meningkatkan produktivitas sekitar 14%, tetapi hanya untuk agen yang membutuhkan lebih banyak pelatihan dan pengalaman. Alat ini tidak meningkatkan produktivitas untuk agen yang memiliki keahlian lebih. BT memproyeksikan bahwa pada tahun 2030, mereka akan mempekerjakan antara 75.000 hingga 90.000 pekerja.
