AI melakukan pekerjaan 250 orang di sebuah perusahaan energi dan memuaskan pelanggan lebih baik daripada pekerja terlatih, kata CEO

Octopus Energy, pemasok energi rumah tangga yang berbasis di Inggris, telah menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) selama beberapa bulan, dan menurut CEO-nya, Greg Jackson, AI telah mengerjakan pekerjaan 250 orang di perusahaan tersebut. Teknologi ini telah dimasukkan ke dalam sistem perusahaan, dan para staf mulai membiarkannya membalas beberapa email pelanggan pada bulan Februari. Sekarang, AI membalas lebih dari sepertiga email pelanggan, yang merupakan hasil kerja sekitar 250 orang. Email yang ditulis oleh AI memberikan 80% kepuasan pelanggan, jauh lebih baik daripada 65% yang dicapai oleh orang-orang yang terampil dan terlatih. Perkembangan ini tidak mungkin menyebabkan hilangnya pekerjaan di perusahaan, tetapi laju teknologi AI berpotensi menyebabkan “dislokasi yang besar dan cepat & #8221; ke pasar kerja. Sebuah laporan dari Goldman Sachs menemukan bahwa alat AI generatif seperti ChatGPT dapat menyebabkan “gangguan yang signifikan & #8221; di pasar tenaga kerja dan mempengaruhi sekitar 300 juta pekerjaan penuh waktu secara global. Laporan tersebut menyoroti pekerja kerah putih, terutama mereka yang bekerja di bidang layanan hukum dan administrasi, sebagai beberapa yang paling mungkin terpengaruh oleh alat AI baru. Laporan tersebut juga mengatakan bahwa sistem AI dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja global dan menciptakan lapangan kerja baru.

artikel lengkap

Tinggalkan Balasan